Terpopuler:

Kopi Arabika dan Robusta: Mana Pilihanmu?

11 May 2016 - Kategori Blog

Kopi memang bukanlah produk yang asing lagi di telinga kita semua. Bahkan beberapa varian kopi mulai meraih penggemarnya tersendiri. Banyak sekali jenis kopi yang bisa ditemukan di dunia. Namun, hanya ada 2 jenis kopi yang sering kita temukan sehari hari, yaitu kopi Arabika dan Robusta. Kedua varian ini juga yang menjadi produk andalan kopi di Indonesia untuk pasar kopi global.

Kopi yang pertama kali ditemukan pada tahun 850 masehi ini menguasai pasar dunia, dimana 70% dari pasar tersebut didominasi oleh jenis kopi Arabika. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara penghasil kopi terbaik di dunia. Beberapa produk kopi unggulan negara kita antara lain kopi Sumatra, kopi Jawa, kopi Toraja, Kopi Bali, kopi, Flores, dan kopi Papua. 80% dari total produksi kopi Indonesia merupakan jenis Arabika, sedangkan 20% hasil produksi untuk jenis Robusta.

Karakteristik Kopi Arabika dan Robusta

kopi arabika dan robusta

Kopi Arabika

Kopi Arabika adalah jenis kopi yang banyak ditemukan di pasaran. Etiopia merupakan daerah asal kopi jenis ini yang ditemukan pada tahun 1753. Sejak itu, kopi ini menyebar ke belahan dunia lainnya seperti Afrika, Amerika Latin, India, dan tentunya Indonesia.

Kopi Arabika umumnya tumbuh di daerah beriklim tropis dan tumbuh di ketinggian antar 600-2000 meter diatas permukaan laut. Hal ini karena tanaman kopi arabika dapat tumbuh maksimal di wilayah yang bersuhu antara 180 hingga 260 Celcius dengan curah hujan antara 1,200 – 2,200 mm/tahun. Pohon kopi Arabika dapat tumbuh antara 2.5 hingga 4.5 meter. Sayangnya pohon ini hanya dapat menghasilkan sedikit kopi per hektarnya, sehingga biaya produksinya dapat melonjak tinggi.

Kopi Arabika sendiri memiliki kandungan kafein dan asam klorogenik (CGA) yang lebih rendah dibandingkan dengan kopi robusta, sehingga rasa dari kopi Arabika cenderung tidak terlalu pahit. Kopi Arabika memiliki kandungan kafein sebesar 1.2% dan asam klorogenik sebesar 5.5 – 8%.

Arabika juga mengandung 15 – 17% lipid (lemak) dan 6 – 7% gula. Hal ini mempengaruhi proses pemanggangan yang menghasilkan beberapa aroma yang berbeda, dan juga tingkat kekentalannya.

Kopi Robusta

Pohon kopi Robusta tumbuh sedikit lebih tinggi daripada Arabika, yaitu antara 4.5 – 6.5 meter. Pohon ini membutuhkan suhu hangat antara 180 – 360 Celcius dan curah hujan antara 2,200 – 3,000 mm/tahun agar dapat tumbuh dengan maksimal.

Dengan bentuk biji yang lebih kecil dan bundar, kopi jenis ini memiliki kandungan kafein yang tinggi (2.2%) dan kandungan asam klorogenik yang mencapai 7 – 10%. Rasa yang lebih pahit dari kopi ini disebabkan oleh kandungan gula yang rendah, yaitu hanya 3 – 7%. kandungan lipid (lemak) yang dimiliki hanya sebesar 10 – 11.5% saja.

Perbedaan Arabika dan Robusta

Jadi apa perbedaan kopi Arabika dan Robusta? Jika disimpulkan, perbedaan diantara kedua jenis kopi ini dapat dilihat dari beberapa hal dibawah ini, antara lain:

penentu rasa kopi

  • Rasa

Kopi Robusta seringkali dikenali lewat rasanya yang cenderung seperti hangus. Berbeda dengan kopi Arabika yang memiliki sedikit aroma dan rasa cokelat.

  • Harga

Kopi Arabika cenderung memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan pesaingnya. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor, yaitu: hasil panen kopi Arabika jauh lebih sedikit karena tanaman kopi jenis ini cenderung menghasilkan buah yang sedikit. faktor lainnya adalah jumlah penggemar kopi Arabika dapat dikatakan lebih banyak, karena rasanya yang lembut dan kafein yang rendah. Karena hal ini juga, Robusta cenderung dijadikan campuran Arabika untuk menekan biaya produksi dan juga memberikan sedikit sensasi rasa dan aroma yang lebih kuat.

  • Kandungan lipid dan gula

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Arabika mengandung 60% lipid dan gula yang dua kali lebih banyak dari Robusta. Hal ini tentunya mempengaruhi rasa yang membuat banyak penggemar kopi cenderung memilih Arabika.

  • Kandungan Asam klorogenik (CGA)

CGA adalah salah satu jenis anti oksidan yang kuat yang juga berfungsi untuk mengusir serangga. karena itu pohon Robusta lebih tahan terhadap hama serangga. Arabika sendiri memiliki kandungan CGA 5.5 – 8%, sedangkan Robusta 7 – 10%.

Perbedaan perbedaan diatas pada dasarnya mempengaruhi rasa dan aroma dari kedua jenis kopi ini. Walau kopi Arabika terkenal karena rasanya yang lembut, tapi kopi ini dapat juga memiliki karkteristik yang kuat, tajam, dan lebih manis. hal ini dipengaruhi oleh teknik pengolahan yang beragam. Ciri khas dari varian ini adalah aromanya yang “fruity“, yang banyak disukai penggemar kopi di seluruh dunia.

lain halnya dengan Robusta. kopi ini memiliki kekhasan aroma kacang kacangan, namun dengan rasa yang lebih kuat. Seringkali orang yang pertama kali merasakannya mengganggap bahwa sensasi yang diberikan kopi ini terlalu kuat untuk lidah dan juga lambung mereka. Sayangnya, hingga kini, sulit sekali ditemukan kopi robusta yang berkualitas. inilah yang menjadi salah satu alasan bagi kopiaroma.co.id untuk menyediakan varian robusta sebagai salah satu produk andalan kami.

Kopi yang tersedia di Kopi Aroma merupakan hasil olahan kopi dengan kualitas terbaik yang dikumpulkan dari beberapa daerah penghasil kopi di Indonesia.  Anda bisa mendapatkan kopi sesuai dengan selera anda.  Jadi…apa lagi yang anda tunggu?

Save

, , , , ,

UA-80776017-1